IKNTIMES.COM — Tingginya antusiasme masyarakat mengunjungi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal bagi daerah, khususnya dalam aspek ekonomi kreatif dan produk lokal. Kunjungan yang terus meningkat dinilai masih sebatas wisata visual tanpa diimbangi pengalaman membawa pulang identitas khas Kalimantan Timur.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Utara periode 2016-2021, Irianto Lambrie, dalam diskusi panel bertajuk “IKN Sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia: Format dan Peran Strategis Kaltim Sebagai Daerah Mitra IKN” yang digelar di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Irianto, kehadiran IKN seharusnya menjadi peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tampil sebagai wajah ekonomi lokal. Ia menilai, perlu adanya strategi khusus seperti roadshow produk UMKM agar pengalaman wisata di IKN lebih berkesan dan berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah.
“Banyak orang datang ke IKN, tapi yang dibawa pulang hanya momennya saja, tidak ada produk daerah,” ujarnya.
Kunjungan ramai, produk lokal harus ikut terangkat
Irianto menyoroti bahwa kawasan IKN kini menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk khas Kalimantan Timur.
Ia menilai, konsep penguatan UMKM melalui pameran keliling atau roadshow dapat menjadi solusi konkret. Dengan pendekatan tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati suasana dan berfoto di titik-titik ikonik IKN, tetapi juga mengenal dan membeli produk khas daerah sebagai buah tangan.
Menurutnya, langkah tersebut sekaligus dapat memperkuat identitas Kaltim sebagai daerah mitra strategis IKN, bukan hanya sebagai lokasi pembangunan fisik semata.
OIKN klaim UMKM sudah dilibatkan
Menanggapi pandangan tersebut, Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Muhsin Palinrungi, menegaskan bahwa pelibatan UMKM sebenarnya telah berjalan dan terus diperkuat dalam berbagai kegiatan di kawasan IKN.
Muhsin menyebut, setiap agenda yang digelar di IKN, baik pada akhir pekan maupun dalam event berskala lebih besar seperti festival, selalu melibatkan pelaku UMKM. Tidak hanya dari sektor kuliner, tetapi juga dari subsektor ekonomi kreatif lainnya.
“Selain kuliner, ada produk-produk ekonomi kreatif di sana, ada batik, fashion wastra, baju-baju kaos khas IKN, souvenir. Para pengunjung itu selain berkunjung mereka juga membeli,” kata Muhsin, dikutip dari rri.co.id, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan stan UMKM di kawasan IKN menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Pengunjung tidak hanya disuguhi panorama pembangunan ibu kota baru, tetapi juga bisa menikmati ragam produk lokal yang mencerminkan budaya dan kreativitas masyarakat Kaltim.
Dominasi pelaku lokal sekitar IKN
Meski demikian, Muhsin mengakui bahwa saat ini pelaku UMKM yang dilibatkan masih didominasi warga yang tinggal di sekitar kawasan IKN. Kondisi ini, menurutnya, wajar mengingat prioritas awal adalah memberdayakan masyarakat yang paling terdampak langsung oleh pembangunan.
Namun ke depan, OIKN berencana memperluas jangkauan pembinaan dan pelibatan UMKM hingga ke kabupaten-kabupaten penyangga yang masuk dalam wilayah koordinasi OIKN. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pemerataan manfaat ekonomi dari kehadiran IKN.
Perluasan kolaborasi ini juga dimaksudkan agar produk yang ditawarkan kepada pengunjung semakin beragam, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk fesyen berbasis wastra lokal.
Dampak ekonomi mulai terasa
Muhsin menambahkan, geliat ekonomi di sekitar IKN sudah mulai dirasakan oleh pelaku usaha kecil. Fasilitasi pemasaran yang diberikan OIKN membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang datang dari berbagai daerah.
“Mereka difasilitasi untuk memasarkan produk, termasuk produk kerajinan tangan. Selain pengunjung menikmati kuliner di UMKM juga ada produk-produk ekonomi kreatif sebenarnya yang mereka dapatkan di sana,” kata Muhsin, menjelaskan.
Menurutnya, kehadiran pengunjung yang konsisten menjadi peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan omzet sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah secara lebih luas.
Menuju ekosistem UMKM yang lebih kuat
Dengan berbagai upaya penguatan tersebut, OIKN berharap kunjungan ke IKN tidak hanya meninggalkan kesan visual tentang pembangunan ibu kota baru, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih komprehensif. Pengunjung diharapkan mengenal kekayaan kuliner, kerajinan, dan produk kreatif khas Kalimantan Timur.
Di sisi lain, dorongan agar UMKM menjadi daya tarik utama IKN juga menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, melainkan juga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Jika ekosistem UMKM terus diperkuat dan kolaborasi diperluas hingga ke daerah penyangga, maka IKN bukan hanya simbol pusat pemerintahan baru, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Kalimantan Timur.






